Harga Minyak Global Turun 2% di Tengah Ketegangan Respons Iran atas Proposal AS

- Kamis, 26 Maret 2026 | 07:40 WIB
Harga Minyak Global Turun 2% di Tengah Ketegangan Respons Iran atas Proposal AS

Dampak perang ini nyata dan brutal. Pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) lewat Selat Hormuz jalur vital yang biasa dilalui seperlima pasokan global hampir sepenuhnya terhenti. Badan Energi Internasional (IEA) menyebutnya sebagai gangguan pasokan minyak terbesar sepanjang sejarah. Kerugiannya? Sekitar 20 juta barel per hari hilang, atau setara 500 juta barel sejak perang dimulai akhir Februari. Angka yang fantastis, setara dengan lima hari pasokan minyak dunia.

Gedung Putih menyatakan AS memantau ketat upaya mengamankan jalur tanker. Sementara itu, ada perkembangan menarik dari India. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, mereka membeli kargo LPG dari Iran. Ini terjadi setelah AS sementara mencabut sanksi terhadap minyak dan bahan bakar olahan Iran. Di tempat lain, Jepang mendesak IEA untuk melepas cadangan minyak secara terkoordinasi guna melindungi konsumen. Meski begitu, data terbaru menunjukkan AS sendiri belum mulai mengambil minyak dari cadangan strategisnya.

Gangguan pasokan tak cuma datang dari Teluk. Serangkaian serangan drone Ukraina berhasil mengacaukan ekspor Rusia. Dua pelabuhan Baltik utama mereka, Primorsk dan Ust-Luga, terpaksa menghentikan pemuatan. Asap kebakaran bahkan terlihat sampai Finlandia! Perhitungan Reuters menunjukkan setidaknya 40% kapasitas ekspor minyak Rusia kini terhenti, gabungan dari serangan drone, gangguan pipa, dan penyitaan tanker.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dalam wawancaranya dengan Reuters, menyoroti tawaran jaminan keamanan dari AS. Menurutnya, tawaran itu bergantung pada satu hal: kesediaan Kyiv untuk menyerahkan seluruh wilayah Donbas kepada Rusia. Situasi yang pelik.

Sementara itu, di belahan dunia lain, Uni Eropa mempertimbangkan langkah untuk meredam volatilitas harga energi di masa depan. Pemerintahan Trump, di sisi lain, memilih jalan lain: menangguhkan sementara regulasi bensin musiman anti-polusi demi menekan harga di pom bensin. Di Venezuela, produksi minyak justru merangkak naik, mencapai 1,1 juta barel per hari pada Maret.

Laporan terakhir dari AS sendiri cukup mengejutkan. Energy Information Administration (EIA) melaporkan perusahaan energi AS menambahkan 6,9 juta barel minyak mentah ke dalam persediaan pekan lalu. Angka ini jauh melampaui perkiraan analis yang hanya 500.000 barel, dan bahkan lebih tinggi dari laporan industri yang mencatat kenaikan 2,4 juta barel. Tambahan yang signifikan, di tengah ketegangan global yang mencekam.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar