Santri dan Polisi Riau Serentak Tanam 21.000 Pohon untuk Masa Depan

- Jumat, 21 November 2025 | 22:15 WIB
Santri dan Polisi Riau Serentak Tanam 21.000 Pohon untuk Masa Depan
Gerakan Hijau Polda Riau

Ratusan santri di Pondok Pesantren Nurul Azhar, Rumbai Bukit, Kota Pekanbaru, tampak sibuk menggali dan menanam. Suasana riuh rendah itu bukan kegiatan belajar biasa, melainkan aksi penanaman 21.000 pohon yang digelar serentak oleh Ditbinmas Polda Riau. Aksi ini digelar untuk memperingati Hari Pohon Sedunia 2025.

AKBP Raden Edi Saputra, Kasubdit Binsatpam/Polsus Ditbinmas Polda Riau, yang hadir memimpin kegiatan, mengaku terkesan dengan sambutan hangat para santri. Menurutnya, kegiatan ini jauh lebih dari sekadar seremoni belaka. “Ini adalah bagian nyata dari komitmen keberlanjutan program Green Policing,” tegasnya.

“Kondisi pencemaran lingkungan di Riau inilah yang mendorong Kapolda meluncurkan Green Policing. Lewat penanaman pohon, kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga alam,” ujar AKBP Raden, Jumat (21/11/2025).

Ia juga menekankan betapa vitalnya peran pohon bagi kehidupan. Tak cuma soal oksigen, pohon punya segudang manfaat lain bagi manusia dan ekosistemnya. Program ini bertujuan mendukung gerakan penghijauan, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta menjaga harmoni antara keamanan dan kelestarian alam. Di sisi lain, upaya ini juga diharapkan bisa melindungi sumber daya Riau dari ancaman karhutla, deforestasi, dan berbagai bentuk kejahatan lingkungan lainnya.

Dukungan kuat juga datang dari pimpinan ponpes. Ustaz Hanafi menyatakan bahwa program Green Policing Polda Riau ini selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam.

“Menanam 21.000 pohon ini bukan cuma menancapkan bibit ke tanah. Ini seperti menabung oksigen untuk masa depan, memulihkan ekosistem, dan mengembalikan kehijauan yang sempat hilang,” katanya dengan semangat.

Ustaz Hanafi menegaskan kesiapan ponpesnya untuk terus bekerja sama dengan kepolisian dan masyarakat luas. Tujuannya jelas: menjaga keseimbangan alam dan memastikan lingkungan tetap lestari untuk generasi mendatang.

Kegiatan pagi itu ditutup dengan penanaman simbolis 100 bibit pohon berbagai jenis di area pesantren. Antusiasme para santri terlihat jelas mereka bergantian menyiram dan memastikan setiap bibit tertanam dengan baik. Sebuah langkah kecil, tapi penuh arti.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar