Perdagangan Kamis (26/3/2026) di Bursa Efek Indonesia diawali dengan sentimen positif. IHSG dibuka menguat tipis 0,16 persen, mengawali hari di level 7.313,66. Sayangnya, optimisme itu tak bertahan lama.
Hanya dalam hitungan menit, tepatnya hingga pukul 09.15 WIB, suasana berbalik. Indeks berbalik merah ke 7.277,62, terkikis 0,33 persen. Padahal, sebelumnya sempat menyentuh puncak harian di 7.323,70. Perubahan arah yang cukup cepat, menunjukkan keraguan pelaku pasar masih kuat.
Di lantai bursa, pergerakan saham terlihat cukup beragam. Dari sekian banyak saham yang diperdagangkan, 368 di antaranya masih bertahan di zona hijau. Namun, 215 saham lainnya sudah terperosok, sementara 375 saham cenderung datar tanpa perubahan signifikan. Transaksi awal terpantau cukup cair, dengan nilai mencapai Rp644 miliar dan volume perdagangan menyentuh 1,1 miliar saham.
Kalau dilihat dari indeks sektoral, gambaran yang muncul tidak seragam. Mayoritas sektor memang masih kompak menguat, seperti energi, konsumer siklikal, hingga infrastruktur. Tapi, dua sektor besar justru jadi penahan laju: keuangan dan industri kompak melemah, menarik indeks secara keseluruhan.
Indeks-indeks lainnya pun tak luput dari tekanan. LQ45 melemah sangat tipis ke level 746, sementara JII turun lebih dalam 0,41 persen ke 489. MNC36 dan IDX30 juga ikut merosot, masing-masing ke level 314 dan 406.
Di tengah kondisi yang beragam itu, ada beberapa saham yang tampil luar biasa. Papan pimpinan gainers diduduki oleh Indo Premier Investment Management (XIFE) yang melonjak 34,29 persen. Di belakangnya, Ciptadana Asset Management (XCIS) naik 30,88 persen, dan yang menarik perhatian banyak pihak, saham PT Garuda Indonesia (GIAA) meroket 28,77 persen.
Namun begitu, di sisi lain papan, ada juga saham-saham yang tertekan cukup dalam. PT Rockfields Properti Indonesia (ROCK) tercatat sebagai loser utama dengan penurunan 15 persen. Disusul oleh PT Island Concepts Indonesia (ICON) yang melemah 10,81 persen, dan PT Alakasa Industrindo (ALKA) yang turun 7,97 persen.
Pergerakan pagi ini menunjukkan dinamika pasar yang masih mencari arah jelas, diwarnai oleh aksi jual-tarik profit dan pembelian selektif pada saham-saham tertentu.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Awal Perdagangan, Optimisme AI dan Harapan Damai AS-Iran Jadi Pendorong
PT Segar Kumala Indonesia Alihkan Transaksi Impor ke Yuan China untuk Tekan Dampak Pelemahan Rupiah
Citra Tubindo Bagikan Dividen 21,78 Juta Dolar AS ke Pemegang Saham
PT BEEF Rombak Direksi dan Komisaris, Ari Wijayanto Ditunjuk sebagai Dirut Baru