Harga Emas Anjlok Tajam di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Kekhawatiran Inflasi

- Senin, 23 Maret 2026 | 11:30 WIB
Harga Emas Anjlok Tajam di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Kekhawatiran Inflasi

Beberapa bank sentral besar udah mulai bersuara. European Central Bank dan Bank of England, misalnya, sudah kasih sinyal kemungkinan naikkan suku bunga tahun ini. Federal Reserve sih belum ngasih indikasi kenaikan, tapi pasar udah mulai mengurangi harapan untuk pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.

Menurut para analis, sentimen pasar sekarang lebih didorong sama ketakutan akan inflasi yang bandel, bukan aliran dana mencari perlindungan dari risiko geopolitik. Jadi, fokusnya udah bergeser.

Gak cuma emas, logam mulia lain ikut-ikutan melemah. Perak turun 0,4 persen, sementara platinum melemah 0,6 persen. Suasana pasarnya memang lagi berat untuk komoditas jenis ini.

Meski begitu, dalam jangka panjang, fundamental emas masih dianggap kuat kok. Hanya saja, untuk beberapa waktu ke depan, pergerakannya masih akan dibayangi dua hal: inflasi tinggi dan sikap bank sentral global yang makin hati-hati bahkan cenderung hawkish.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar