Harga emas ambruk di perdagangan Asia hari Senin. Guncangannya cukup tajam, lho. Di tengah suasana pasar yang lagi waswas sama inflasi dan prospek suku bunga yang bakal tetap tinggi, logam kuning ini kehilangan daya tariknya sebagai tempat berlindung yang aman.
Kalau dilihat dari data, emas spot anjlok 1,7 persen ke level USD 4.413,32 per ons. Bahkan, dalam pergerakannya sempat nyaris sentuh USD 4.320 itu level terendah harian. Kontrak berjangka atau futures-nya malah lebih parah, terpangkas 3,5 persen ke posisi USD 4.448,46 per ons.
Padahal, situasi geopolitik lagi panas-panasnya. Konflik antara AS, Israel, dan Iran terus memanas. Presiden AS Donald Trump baru aja kasih ultimatum 48 jam ke Iran buat membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang vital itu.
Iran nggak tinggal diam. Mereka balas ancam dengan kemungkinan menutup total selat tersebut, plus serangan ke infrastruktur energi dan air di Timur Tengah. Ketegangan yang udah berlangsung empat pekan ini masih terus berlanjut, dengan serangan-serangan kecil masih dilaporkan terjadi sepanjang akhir pekan.
Nah, ini yang menarik. Biasanya, kondisi kayak gini kan bikin emas laris manis karena dianggap aset safe haven. Tapi kali ini beda. Pasar kayaknya lebih khawatir sama dampak inflasi dari lonjakan harga energi yang dipicu konflik berkepanjangan. Kekhawatiran itu bikin ekspektasi kebijakan moneter global berubah arah, jadi lebih ketat.
Artikel Terkait
Ketegangan AS-Iran Dongkrak Dolar, Pasar Waspadai Inflasi dan Suku Bunga
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram Pasca-Lebaran, Galeri24 dan UBS Stabil
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Galeri24 dan UBS Stabil