Soal aset, posisi DYAN hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp1,257 triliun. Rinciannya, aset lancar senilai Rp625,7 miliar dan aset tidak lancar Rp630,9 miliar. Jika dibandingkan dengan tahun 2024, total aset ini naik tipis 3,7 persen. Di lain pihak, total liabilitasnya juga naik sedikit, 0,6 persen, menjadi Rp533,4 miliar.
Namun begitu, ada secercah harapan dari manajemen. Direktur Utama DYAN, Daswar Marpaung, menyatakan optimisme bahwa kinerja akan pulih di kuartal pertama 2026.
"Beberapa event besar telah diselenggarakan bisnis unit Dyandra Promosindo di awal 2026 dan berhasil menuai sukses adalah IIMS dan IFEX yang menjadi indikator kuat reputasi Dyandra di industri MICE tanah air,"
ujar Daswar dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026).
Keyakinannya ini berdasar pada portofolio event yang dimiliki grup. Saat ini, mereka mengantongi lebih dari 11 IP event. Beberapa yang cukup dikenal antara lain IIMS, IFEX, Indowood Expo, hingga Jakarta International Pet Show dan Indonesia Women Fest. Event-event besar inilah yang diharapkan bisa menarik kembali geliat bisnis.
Artikel Terkait
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri