Secara keseluruhan, laba bersih 2025 ADRO tercatat USD448 juta. Memang turun drastis 68% dari tahun sebelumnya, tapi tetap saja di atas perkiraan analis. Pendapatan di kuartal akhir tahun itu didongkrak oleh harga jual rata-rata dan volume penjualan yang lebih baik dari perkiraan.
Meski begitu, ada sedikit catatan. Margin kotor mereka merosot jadi 34% dari 42% setahun sebelumnya, imbas melemahnya harga batu bara termal. Margin EBIT juga menyusut.
Dari sisi operasi, penjualan batu bara ADRO pada kuartal IV-2025 mencapai 1,9 juta ton, naik 21% secara kuartalan. Sepanjang 2025, volume penjualannya 6,3 juta ton, melampaui estimasi analis yang cuma 5,8 juta ton. Harga jual rata-ratanya memang lebih rendah dibanding 2024, tapi cash cost-nya relatif stabil.
Nah, yang jadi sorotan utama justru proyek smelter aluminium di anak usahanya, ADMR. Fasilitas ini diperkirakan mulai beroperasi tahun ini dengan kapasitas produksi 280 ribu ton aluminium.
Sentimennya makin panas karena harga aluminium sendiri sedang naik daun, menembus level tertinggi tiga tahun di sekitar USD3.500 per ton. Lonjakan ini terjadi setelah dua smelter besar di Timur Tengah menghentikan pengiriman akibat konflik AS-Iran.
Dengan asumsi harga aluminium USD3.000 per ton tahun ini, Sucor Sekuritas memproyeksikan laba ADRO bisa mencapai USD514 juta, naik sekitar 15%. Makanya, mereka mempertahankan rekomendasi beli untuk ADRO dengan target harga Rp3.800.
Analis menilai perusahaan punya posisi strategis. Neracanya kuat, ada potensi lonjakan laba dari proyek smelter dan energi terbarukan mulai tahun ini, serta struktur modal yang membaik setelah puncak belanja modal terlampaui.
Ingat, keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda. Lakukan analisis mendalam sebelum bertindak.
Artikel Terkait
TASPEN Gelar Mudik Gratis untuk 1.400 Warga dan PNS, Lengkap dengan Asuransi
Garudafood Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp50 Miliar untuk Jaga Stabilitas Harga
IHSG Menguat 1,14% di Sesi Pertama, XISB dan ROCK Jadi Top Gainer
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun, Pencatatan 26 Maret 2026