James Cameron Geleng-geleng Lihat AI: "Ini Mengerikan"
Bagi James Cameron, kecerdasan buatan atau AI dalam film itu rasanya nggak nyaman. Bahkan, sutradara legendaris Hollywood itu sampai menyebutnya "mengerikan". Kekhawatirannya muncul terutama saat teknologi ini bisa menciptakan aktor virtual sepenuhnya, tanpa sentuhan manusia sama sekali.
Pernyataannya itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan CBS Sunday Morning belum lama ini. Topik yang jadi sorotan adalah kemampuan AI untuk memunculkan aktor hasil proses komputer. Bagi Cameron, ini adalah wilayah yang sama sekali berbeda dengan apa yang ia lakukan selama ini.
Ia pun langsung ambil contoh karyanya sendiri, Avatar. Sudah bertahun-tahun orang mengira film itu cuma soal komputer menggantikan aktor. Tapi Cameron membantah.
"Setelah Anda benar-benar mendalami dan melihat apa yang kami lakukan, itu adalah perayaan aktor dan sutradara," tegasnya.
Nah, yang bikin dia merinding adalah teknologi AI generatif sekarang. Cukup dengan perintah teks, sebuah karakter bisa tercipta dari nol. Prinsipnya jadi terbalik. Bagi seorang kreator seperti Cameron, proses itu justru menghilangkan esensi seni peran.
"Mereka bisa menciptakan penampilan dari awal hanya dengan perintah teks. Rasanya, tidak. Itu mengerikan bagi saya. Itu kebalikannya, itu lah yang tidak kami lakukan," tuturnya.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama Cameron bersuara lantang menentang AI. Ingat saja pada Juli tahun lalu, ia sudah memperingatkan bahaya penggunaan berlebihan teknologi ini, terutama di medan perang. Bayangkan, pertempuran hanya dijalankan komputer super cepat yang manusia tak bisa hentikan. Menurutnya, itulah ancaman terbesarnya.
Lantas, apakah ia akan pakai AI untuk menulis skenario? Cameron mengaku belum tertarik. Kecuali, ada satu syarat yang agak nyeleneh.
"Jika suatu saat AI memenangkan Oscar untuk kategori Skenario Terbaik, saya pikir kita harus menganggap mereka serius," candanya.
Ya, James Cameron memang punya kapasitas untuk bicara. Reputasinya sebagai sutradara dan produser kelas dunia sudah tak diragukan lagi. Dari Titanic yang fenomenal sampai dunia Avatar yang memukau, namanya selalu identik dengan inovasi dan kualitas tertinggi di industri film. Tapi rupanya, untuk urusan AI yang mengambil alih peran kreatif manusia, ia memilih untuk bersikap sangat hati-hati.
Artikel Terkait
Aruma Rilis Ulang “Cendana” dalam Bahasa Tagalog Demi Dekati Penggemar Filipina
Penampilan Bad Angel Lisa BLACKPINK di Coachella 2026 Picu Perdebatan Netizen
Ribuan Jamaah Hadiri Pengajian 40 Hari Meninggalnya Vidi Aldiano di Jakarta
MNCTV dan GTV Gelar Festival Keluarga dan Aksi Sosial di Karawang