Laba Bersih Triputra Agro Persada Melonjak 19% Jadi Rp3,84 Triliun di 2025

- Selasa, 17 Maret 2026 | 07:40 WIB
Laba Bersih Triputra Agro Persada Melonjak 19% Jadi Rp3,84 Triliun di 2025

Efisiensi pabrik pun menunjukkan perbaikan. Oil Extraction Rate (OER) mereka naik tipis 0,2 poin menjadi 23,3 persen. Artinya, dari setiap ton buah yang diolah, hasil minyaknya sedikit lebih banyak.

Dari segi fasilitas, TAPG saat ini mengoperasikan 18 pabrik kelapa sawit (PKS) dengan total kapasitas terpasang hampir 1000 ton per jam. Rencananya, di tahun 2026 ini mereka akan menambah satu PKS baru dengan kapasitas yang lebih kecil, sekitar 30-45 ton per jam.

Kondisi keuangannya secara keseluruhan terlihat solid. Aset lancar membengkak 32 persen jadi Rp3,98 triliun, sementara total asetnya mencapai Rp14,70 triliun. Yang menarik, liabilitas justru turun 1 persen, didorong oleh penurunan utang jangka pendek yang cukup signifikan, 21 persen. Alhasil, ekuitas pemegang saham bertambah 4 persen menjadi Rp11,69 triliun.

Indikator penting lainnya, arus kas dari aktivitas operasi, juga menguat 6 persen menjadi Rp3,4 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa keuntungan yang dilaporkan bukan sekadar angka di atas kertas, tapi benar-benar menghasilkan uang tunai.

Secara garis besar, kombinasi antara harga yang menguntungkan dan produktivitas kebun yang terjaga berhasil membawa TAPG meraih tahun yang positif. Tantangan ke depan tentu adalah mempertahankan momentum ini di tengah fluktuasi harga komoditas yang kerap tak terduga.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar