Jepang dan Korea Selatan Siaga Intervensi Pasar, Waspadai Pelemahan Yen dan Won

- Minggu, 15 Maret 2026 | 05:30 WIB
Jepang dan Korea Selatan Siaga Intervensi Pasar, Waspadai Pelemahan Yen dan Won

Di sisi lain, won Korea tak kalah tertekan. Mata uang itu bahkan sempat menembus level 1.500 won per dolar awal bulan ini. Itu pertama kalinya sejak krisis keuangan global 2009.

Menanggapi hal ini, Menteri Katayama menegaskan kesiapan negaranya.

“Pemerintah Jepang sepenuhnya siap merespons kapan saja, dengan mempertimbangkan dampak pergerakan mata uang terhadap kehidupan masyarakat di tengah lonjakan harga minyak. Saya yakin kedua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai hal tersebut,” ujarnya.

Memang, Katayama kerap menyuarakan kesiapan untuk bertindak. Namun begitu, ada nuansa lain. Beberapa pengambil kebijakan secara privat menganggap upaya menopang yen saat ini mungkin sia-sia. Alasannya sederhana: selama perang terus berlangsung, permintaan terhadap dolar AS diprediksi akan tetap tinggi, sehingga tekanan pada yen sulit dihindari.

Jadi, meski komitmen untuk menjaga stabilitas mata uang sudah dinyatakan, jalan di depan masih dipenuhi ketidakpastian. Semuanya bergantung pada dinamika konflik global dan respons pasar selanjutnya.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar