Pasar saham kita lagi nggak karuan. Sepanjang pekan 9 sampai 13 Maret 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) benar-benar dihajar tekanan. IHSG ambles, dan banyak saham yang ikut terperosok dalam koreksi yang cukup dalam.
Indeks Harga Saham Gabungan anjlok 5,91 persen, terlempar ke level 7.137,212. Pekan sebelumnya masih bertengger di 7.585,687. Gara-gara kondisi ini, suasana perdagangan pun ikut lesu. Rata-rata nilai transaksi hariannya merosot tajam, sampai 31,10 persen, cuma nyentuh Rp17,20 triliun. Padahal pekan lalu masih Rp24,97 triliun.
Yang bikin runyam, investor asing justru memilih kabur. Mereka mencatatkan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp1,56 triliun selama lima hari perdagangan itu.
Di tengah pelemahan yang merata, beberapa saham justru mengalami kejatuhan yang lebih parah. Posisi teratas ditempati oleh PT Hotel Fitra International Tbk, atau FITT. Saham ini hancur-hancuran, terpangkas hampir setengahnya, tepatnya 48,61 persen. Harganya meluncur dari Rp720 ke Rp370 per lembar.
Nasib serupa dialami emiten lainnya. PT Indospring Tbk (INDS) tak kalah menderita, turun 45,15 persen ke level Rp458. Lalu ada PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) yang ikut terpuruk, koreksinya mencapai 43,27 persen menjadi Rp1.475 dari posisi Rp2.600.
Tekanan jual yang masif juga menghantam PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) dan PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO). SOTS merosot ke Rp760 dari Rp1.225, sementara RMKO melemah 31,73 persen ke Rp454.
Secara keseluruhan, inilah daftar saham yang paling terpukul pekan lalu:
FITT turun 48,61 persen menjadi Rp370
INDS turun 45,15 persen menjadi Rp458
Artikel Terkait
Jalan Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam untuk Nyepi 2026
Elnusa Siapkan Empat Strategi Dukung Target Satu Juta Barel Minyak per Hari
Investor Asing Masih Melirik Manufaktur Indonesia, Fokus Beralih ke Industri Bernilai Tinggi
PANI Suntik Modal ke Tiga Anak Usaha untuk Kembangkan PIK2