OPEC Proyeksikan Permintaan Minyak Global Tembus 107 Juta Barel per Hari pada 2027

- Jumat, 16 Januari 2026 | 18:30 WIB
OPEC Proyeksikan Permintaan Minyak Global Tembus 107 Juta Barel per Hari pada 2027

OPEC, atau Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak, baru saja merilis proyeksi terbarunya. Menurut mereka, nafsu dunia terhadap minyak mentah tak kunjung surut. Malah, pada 2027 mendatang, permintaan global diprediksi bakal menyentuh angka 107,86 juta barel per hari. Cukup fantastis, bukan?

Angka itu, kalau dibandingkan dengan perkiraan untuk tahun 2026, jelas lebih tinggi. Laporan pasar minyak bulanan OPEC yang dirilis Jumat (16/1/2026) itu menyebutkan, pertumbuhan permintaannya masih terlihat sehat.

"Dibandingkan dengan 2026, pertumbuhan permintaan pada tahun 2027 akan berada pada level yang sehat sekitar 1,3 juta bph,"

Begitu bunyi pernyataan resmi mereka.

Nah, dari mana saja pertumbuhan itu datang? Rinciannya menarik. Untuk negara-negara anggota OECD, kenaikannya relatif modest, cuma sekitar 100.000 barel per hari. Tapi ceritanya jadi lain di luar kelompok itu.

Di negara-negara non-OECD, geliat ekonominya ternyata mendorong permintaan minyak jauh lebih kuat. OPEC memproyeksikan, kenaikan di kawasan ini bisa mencapai 1,2 juta barel per hari. Jadi, sebagian besar dorongan memang berasal dari sini.

Lalu, bagaimana dengan tahun sebelumnya, yakni 2026? Tampaknya trennya konsisten. Permintaan global tahun depan diperkirakan mencapai 106,52 juta bph. Angka pertumbuhannya tetap, tidak berubah dari penilaian bulan lalu: 1,4 juta bph lebih tinggi daripada 2025. Dan lagi-lagi, motor penggeraknya adalah negara-negara di luar OECD.

Di sisi lain, laporan OPEC ini juga menyentuh kondisi ekonomi dunia secara keseluruhan. Untuk tahun 2026, mereka menjaga proyeksi pertumbuhan ekonomi global di angka 3,1 persen. Stabil.

Namun begitu, ada angin segar yang dihembuskan untuk 2027. Dunia diperkirakan akan mencatat pertumbuhan yang sedikit lebih cepat, yakni 3,2 persen. Mungkin ini salah satu alasan di balik optimisme mereka terhadap permintaan energi.

Semua data ini, tentu saja, menjadi bahan pertimbangan penting bagi pasar dan para pemangku kebijakan. Menunggu saja bagaimana realitanya nanti.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar