Kerja Sama Indonesia-Inggris di COP30: Perkuat Tata Kelola Karbon & Pembangunan Rendah Karbon

- Sabtu, 08 November 2025 | 05:50 WIB
Kerja Sama Indonesia-Inggris di COP30: Perkuat Tata Kelola Karbon & Pembangunan Rendah Karbon

Indonesia dan Inggris Perkuat Kerja Sama Perubahan Iklim di COP30

Indonesia dan Inggris memperkuat komitmen bilateral mereka dalam mengatasi perubahan iklim melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama ini difokuskan pada upaya mitigasi perubahan iklim, penguatan tata kelola karbon, serta mendorong pembangunan berkelanjutan yang rendah karbon.

Penandatanganan MoU di KTT Iklim Brasil

Penandatanganan kesepakatan bersejarah ini dilaksanakan di Belem Climate Summit (COP30) di Brasil, pada Jumat (7/11/2025). Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia dan Department for Energy Security & Net Zero (DESNZ) Inggris.

Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa MoU ini merupakan hasil desain bersama antara kedua negara. "Jadi beberapa MoU kita desain bersama dari minister climate, menteri yang menangani iklim dan menteri yang menangani lingkungan, jadi dua hal ini sedang kita lakukan," ujarnya.

Tujuan dan Ruang Lingkup Kerja Sama

Kolaborasi Indonesia-Inggris ini memiliki beberapa tujuan strategis, yaitu:

  • Memperkuat upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
  • Memperkuat tata kelola karbon di Indonesia.
  • Mendorong pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.

Untuk mewujudkannya, kedua negara akan berkolaborasi dalam berbagai aspek, mulai dari pertukaran pakar teknis, pelatihan, hingga berbagi data dan informasi iklim yang mutakhir.

Komitmen Luas Indonesia di Forum Internasional

Selain dengan pemerintah Inggris, Menteri Hanif juga menjalin kerja sama dengan The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales. Kesepakatan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat konservasi keanekaragaman hayati, pembangunan berkelanjutan, serta memerangi perdagangan ilegal satwa liar dan kejahatan lingkungan secara global.

"Kemarin kita juga melakukan kerja sama penanganan kejahatan lingkungan, implemental crimes dengan The Royal Foundation, jadi langkah-langkah itu kita susun sebagai bagian langkah dari kegiatan kita di COP30 di Belem, Brasil ini," tutup Hanif.

Langkah-langkah strategis ini menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam diplomasi iklim global dan komitmennya yang kuat untuk mencapai target net-zero emission.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar