Analis Proyeksikan IHSG Terbatas di Kisaran 7.400-7.900 Pekan Ini

- Senin, 09 Maret 2026 | 08:15 WIB
Analis Proyeksikan IHSG Terbatas di Kisaran 7.400-7.900 Pekan Ini

Di sisi lain, kekhawatiran dalam negeri juga muncul. Isu Fiscal Policy at Risk mulai mencuat. Kebijakan ekonomi yang terlihat agresif seperti dorongan kredit dan belanja sosial yang melonjak membuat investor bertanya-tanya: seberapa konsisten disiplin fiskal Indonesia ke depannya?

"Faktor inilah yang mendorong keluarnya dana asing secara masif dari pasar saham dan obligasi dalam beberapa pekan terakhir," jelas David.

Belum lagi konflik geopolitik yang makin panas. Menurut sejumlah laporan, kapal perang Iran ditenggelamkan oleh kapal selam AS di dekat Sri Lanka. Kejadian ini berisiko besar, bisa memutus jalur pelayaran komoditas penting di Selat Hormuz. Jika pasokan energi global terganggu, saham-saham sektor komoditas dan energi justru bisa jadi katalis.

Lalu, bagaimana strategi menghadapi fluktuasi pasar seperti ini? David memberi beberapa rekomendasi trading. Pertama, saham DAAZ dengan target Rp4.200, karena punya rantai nilai mineral yang solid dan tren jangka pendeknya kuat. Kedua, ELSA yang bisa dibeli saat ada penurunan ke area Rp810, dengan target Rp900, mengikuti sentimen harga minyak dunia.

Ketiga, saham SIMP dengan target Rp685, didorong kenaikan harga CPO dan potensi breakout teknis. Selain saham, instrumen Reksa Dana ETF seperti Premier ETF Indonesia Consumer (XIIC) juga dianggap menarik. Produk ini diuntungkan oleh eskalasi konflik di Teluk Persia yang mendorong harga minyak WTI melampaui USD77 per barel.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar