“Rebound ini juga diiringi rebound dari regional seperti Kospi dan Hang Seng, sehingga ini masih merupakan rebound terbatas,” katanya.
Meski begitu, Michael punya catatan penting. Investor jangan sampai terlena. Di tengat gejolak pasar, fokus pada fundamental perusahaan tetaplah kunci.
“Fokus tetap pada fundamental, banyak saham yang berpotensi memberikan dividen double digit jika ditelisik lebih baik, dan koreksi market ini bisa memberikan potensi itu.”
Di sisi lain, analis dari Sukadana Prima Sekuritas punya pandangan serupa. Mereka menilai IHSG masih berpeluang rebound seiring meredanya kepanikan investor global. Tapi hati-hati, aksi jual oleh investor asing masih mungkin terjadi dan perlu diwaspadai.
Sementara itu, dari sisi level teknis, BRI Danareksa Sekuritas memberikan catatan. Mereka melihat peluang technical rebound dengan support di 7.516 dan resistance di 7.693. Penguatan ini memang dibantu oleh membaiknya bursa global, meski semua mata tetap tertuju ke perkembangan panas di Timur Tengah.
Pada akhirnya, semua kembali ke tangan investor. Setiap keputusan jual beli saham adalah tanggung jawab penuh masing-masing pelaku pasar.
Artikel Terkait
Pemerintah Diimbai Siapkan Ruang Fiskal Lebih Besar Antisipasi Dampak Krisis Global
IHSG Melonjak 2,14% di Awal Perdagangan, Seluruh Sektor Berbalik Hijau
Reli Saham Asia Dipicu Sinyal Redupnya Ketegangan AS-Iran
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Menjelang Lebaran 2026