Harga Emas Bangkit Lebih dari 1% Didorong Ketegangan Timur Tengah dan Pelemahan Dolar

- Kamis, 05 Maret 2026 | 07:00 WIB
Harga Emas Bangkit Lebih dari 1% Didorong Ketegangan Timur Tengah dan Pelemahan Dolar

Konflik AS-Iran sendiri memang semakin meluas. Insiden terbaru melibatkan kapal selam AS yang menenggelamkan kapal perang Iran di perairan lepas Sri Lanka disebutkan menewaskan sedikitnya 80 orang. Belum lagi rudal balistik Iran yang ditembakkan ke arah Turki dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO. Ketegangan seperti inilah yang selalu jadi 'makanan' bagi emas.

Nah, di tengah semua ini, data ekonomi AS ternyata cukup mixed. Laporan ADP menunjukkan payroll sektor swasta naik lebih tinggi dari perkiraan di bulan Februari. Tapi, data bulan Januari-nya justru direvisi turun secara tajam. Hasilnya, fokus pasar kini beralih ke laporan ketenagakerjaan resmi (NFP) yang akan dirilis Jumat mendatang.

Para ekonom yang dijamah Reuters memprediksi penambahan sekitar 59.000 pekerjaan non-pertanian bulan lalu, melambat dari kenaikan 130.000 di Januari. Data ini nantinya tentu akan jadi bahan pertimbangan baru bagi The Fed.

Emas bukan satu-satunya yang merasakan angin segar. Logam-logam berharga lain juga ikut merangkak naik. Perak spot menguat 1,3 persen ke USD 83,07 per ons, berusaha bangkit dari kejatuhan lebih dari 8 persen di sesi sebelumnya. Platinum bahkan naik 2,8 persen ke USD 2.141,71, sementara paladium bertambah 1,2 persen ke USD 1.667,51.

Untuk platinum, ceritanya agak menarik. World Platinum Investment Council memproyeksikan pasar global logam ini menuju defisit tahunan keempat berturut-turut pada 2026. Artinya, tekanan pada sisi pasokan bisa menjadi faktor pendukung harga ke depan.

Jadi, rebound hari Rabu itu bukan sekadar koreksi teknikal belaka. Ada kombinasi antara sentimen geopolitik yang panas, dinamika dolar, dan ekspektasi kebijakan yang menciptakan arena trading yang seru. Menunggu Jumat nanti, tentu saja.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar