Tekanan pada minyak memang nyata. Beberapa negara Timur Tengah telah menghentikan sementara produksi mereka. Di sisi lain, AS disebut sedang berupaya memperluas operasinya ke wilayah pedalaman Iran.
Untungnya, ada angin segar dari pengumuman Trump soal pengawalan Angkatan Laut AS untuk kapal tanker di Selat Hormuz. Kebijakan asuransi risiko politik yang dijanjikannya juga memberi sedikit kelegaan bagi pasar.
Pada pukul 09:56 pagi, peta pergerakan indeks terlihat jelas. Dow Jones sedikit melemah, turun 0,07 persen ke level 48.467,74. Sementara itu, S&P 500 bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,12 persen, dan Nasdaq malah melesat 0,58 persen didorong saham teknologi.
Di balik keriuhan ini, para investor ternyata sedang menggeser ekspektasi mereka. Mereka kini memprediksi pemotongan suku bunga 25 basis poin bakal terjadi pada September, bukan Juli seperti sebelumnya. Kekhawatiran akan biaya energi dan tarif yang memicu inflasi membuat mereka lebih berhati-hati.
Secara teknis, S&P 500 masih perkasa dengan enam rekor tertinggi baru dalam setahun terakhir. Nasdaq lebih spektakuler lagi, mencatat 34 rekor tertinggi, meski juga dihantui 44 rekor terendah baru. Pasar jelas masih mencari arah yang pasti.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Saham AS Beragam di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Upaya Diplomasi Iran
Wall Street Bergoyang di Tengah Ketegangan Iran dan Sinyal Diplomatik Samar
Saham AS Bergejolak Imbas Ketegangan Iran dan Janji Stabilisasi Energi
Kontak Rahasia Iran-AS dan Janji Trump Pengaruhi Pasar Saham