IHSG Anjlok 2,65% Imbas Ketegangan Iran-Israel, Sektor Energi Melonjak

- Senin, 02 Maret 2026 | 16:50 WIB
IHSG Anjlok 2,65% Imbas Ketegangan Iran-Israel, Sektor Energi Melonjak

Dengan kondisi ini, sektor minyak dan gas (migas) jelas diuntungkan. Kekhawatiran akan terganggunya suplai membuat harga komoditas energi ini melonjak. Emas juga ikut bersinar karena statusnya sebagai pelindung nilai.

Phintraco menambahkan, "Kenaikan pada harga migas juga berpotensi mendorong komoditas yang dapat menjadi alternatif energi seperti batu bara, nikel, dan CPO. Untuk sektor oil & gas shipping, akan terdampak positif jika tarif freight naik karena akan memperpanjang rute pelayaran."

Dampaknya terlihat jelas di papan sektoral. Sektor energi menjadi satu-satunya yang berhasil bertahan di zona hijau, dengan kenaikan 1,54 persen. Sementara itu, sektor-sektor lain terperosok, dengan sektor siklikal mengalami penurunan paling dalam, hingga 7,6 persen.

Di luar hiruk-pikuk saham energi dan emas, ada beberapa saham lain yang juga mencatatkan kenaikan tajam. BBSI (Krom Bank) naik 19 persen, MAIN (Malindo Feedmill) menguat 12 persen, dan ISSP (Steel Pipe Industry) naik 6 persen.

Tentu, di balik para pemenang, selalu ada yang kalah. Tekanan pada IHSG membuat beberapa saham terjungkal. FILM (MD Entertainment) anjlok 15 persen, KOTA (DMS Propertindo) turun 14 persen, dan GTSI (GTS International) melemah 14 persen.

Hari ini, pasar sekali lagi diingatkan betapa rapuhnya ia terhadap gejolak politik di belahan dunia lain. Investor pun harus siap dengan segala kemungkinan.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar