Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan ASSI? Rupanya, galangan yang berbasis di Samarinda dan punya fasilitas di Madura itu menaikkan harga. Kenaikan ini membuat PJHB kebingungan, bahkan sampai tidak bisa memulai proses pengajuan gambar teknis ke Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Alhasil, ya kontraknya pindah tangan.
Di sisi lain, perseroan memastikan bahwa seluruh rencana pembangunan kapal dari hasil IPO tetap berjalan sesuai jadwal. Tidak ada yang berubah dari komitmen awal.
Kapal pertama, misalnya, proses pembangunannya sudah berjalan sejak Desember tahun lalu. Target penyelesaiannya sekitar November 2026 nanti. Sedangkan untuk kapal kedua dan ketiga, saat ini masih menunggu persetujuan dari BKI. Begitu lampu hijau dari BKI diberikan, barulah pembangunan fisik benar-benar dimulai.
Sebagai catatan, dalam prospektus IPO-nya, PJHB memang berencana membangun tiga unit kapal Landing Craft Tank (LCT). Total investasinya mencapai Rp163 miliar. Rinciannya, kapal pertama dan ketiga masing-masing menelan biaya Rp57 miliar, sementara kapal kedua sedikit lebih rendah, yaitu Rp53 miliar.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 2,65% Imbas Ketegangan Iran-Israel, Sektor Energi Melonjak
Sido Muncul Catat Laba Bersih Rp1,23 Triliun di 2025 Didorong Ekspor yang Melonjak 31%
KISI Challenge Berakhir, BYD Denza D9 dan Hermès Birkin 25 Diberikan ke Pemenang
IHSG Terkoreksi 1,6%, Mayoritas Sektor Tertekan di Awal Pekan