BNBR Dapat Lampu Hijau Rights Issue untuk Biayai Akuisisi Tol CCT

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:50 WIB
BNBR Dapat Lampu Hijau Rights Issue untuk Biayai Akuisisi Tol CCT

Dari sisi angka, proyeksinya juga menarik. Rasio total pinjaman terhadap aset diprediksi turun drastis, dari 84,28% menjadi sekitar 67,9%. Ini sinyal bagus. Artinya, porsi aset yang dibiayai oleh ekuitas pemegang saham akan membesar. Keuntungan dari kinerja aset pun lebih banyak yang bisa dinikmati pemilik saham.

Rasio utang terhadap ekuitas juga diproyeksi membaik. Dari level yang cukup tinggi, 536,02%, diperkirakan akan terjun bebas ke angka 211,57% setelah rights issue rampung.

Namun begitu, ada konsekuensi yang harus diwaspadai investor lama. Mereka yang memilih tidak ikut membeli saham baru berisiko mengalami dilusi. Kepemilikan sahamnya di perseroan bisa menyusut, bahkan hingga maksimal 33,33%, setelah hak tersebut dieksekusi di pasar.

Latar belakang dari seluruh aksi korporasi ini adalah akuisisi CCT. Saat ini, lewat anak usahanya PT Bakrie Toll Indonesia, BNBR sudah memegang 10% saham CCT. Rencananya, mereka akan mengambil alih sisa 90% saham dari PT Sarana Multi Infrastruktur dan PT Waskita Toll Road. Nilai transaksinya sekitar Rp 3,56 triliun.

Performa keuangan BNBR sepanjang 2025 sendiri cukup solid. Pendapatan bersihnya Rp 3,74 triliun. Memang ada koreksi tipis dibanding tahun sebelumnya, tapi yang mencolok adalah laba bersihnya yang melonjak hampir 50% menjadi Rp 502,74 miliar. Angka ini naik signifikan dari periode 2024 yang sebesar Rp 336,04 miliar.

Jadi, rights issue ini bukan sekadar manuver biasa. Ini langkah strategis untuk membenahi neraca sekaligus membiayai ekspansi besar-besaran. Tinggal tunggu eksekusinya di pasar.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar