Wall Street Ditutup Merah Pekan Ini, Indeks AS Catat Penurunan Bulanan Terburuk

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:00 WIB
Wall Street Ditutup Merah Pekan Ini, Indeks AS Catat Penurunan Bulanan Terburuk

"Ini pengingat bahwa pasar tetap rentan," katanya, menyoroti kerapuhan yang tersembunyi di balik kenaikan berkepanjangan.

Data inflasi produsen (PPI) yang ternyata lebih panas dari perkiraan ikut memperkeruh suasana. Data ini seperti mengonfirmasi kekhawatiran banyak pihak: Federal Reserve mungkin belum akan buru-buru memotong suku bunga. Pasar saat ini bahkan memprediksi peluang sebesar 94,1% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50–3,75 persen dalam rapat Maret mendatang.

Sektor keuangan mendapat pukulan telak. Kabar buruk datang dari laporan yang menyebut sejumlah bank raksasa Barclays, Jefferies, dan Wells Fargo berpotensi menanggung kerugian akibat kolapsnya penyedia hipotek asal Inggris, Market Financial Solutions Ltd. Saham ketiganya di bursa AS pun terjungkal, dengan penurunan berkisar antara 4% hingga 9,3%.

Di sisi lain, saham teknologi terus jadi beban. Kekhawatiran tentang bagaimana memonetisasi AI dan biaya tinggi yang harus dikeluarkan untuk teknologi itu menekan saham chip dan perangkat lunak. Nvidia, raksasa chip AI, terpuruk 4,2%. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif dari sesi sebelumnya, meski perusahaan sebenarnya melaporkan laba yang kuat. Tampaknya, prospek AI yang gemilang tak cukup untuk menenangkan investor yang sedang khawatir.

Nasib serupa menimpa Zscaler, perusahaan keamanan cloud. Sahamnya anjlok 12,2% setelah mereka melaporkan kerugian bersih kuartal II-2026 yang lebih besar dari perkiraan.

Secara keseluruhan, S&P 500 dan Nasdaq Composite membukukan penurunan bulanan terdalam sejak Maret 2025. Namun begitu, ada sedikit cahaya: Dow Jones masih berhasil mencatatkan kenaikan bulanan untuk kesepuluh kalinya berturut-turut. Sebuah rekor yang terakhir terjadi pada periode yang berakhir di Januari 2018. Tapi di tengah hiruk-pikuk pekan ini, prestasi itu seolah tenggelam.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar