Bagi mereka, Bulan K3 juga berfungsi sebagai pengingat. Komitmen pada K3 adalah nilai inti yang tujuannya jelas: mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Lebih dari itu, menciptakan lingkungan yang nyaman bagi karyawan dan mitra kerja agar mereka bisa berkinerja optimal.
Tahun ini, SIG mengusung tema From Compliance to Resilience: Insan SIG sebagai Penggerak Budaya K3 dalam Implementasi K3 yang Inklusif, Kolaboratif dan Berkelanjutan. Tema ini sengaja dipilih untuk menegaskan peran setiap individu sebagai motor penggerak keselamatan.
"Tema ini menyoroti peran strategis individu sebagai penggerak utama keberhasilan K3. Melalui tema ini juga SIG menunjukkan komitmen untuk meningkatkan safety maturity atau kemampuan untuk mengatasi risiko keselamatan ke level lebih tinggi secara berkelanjutan," jelas Reni.
Penerapan K3 di SIG, menurutnya, didukung penuh oleh manajemen. Komitmen itu diwujudkan dalam kebijakan dan standar yang seragam di semua anak perusahaan, plus pengawasan yang terus-menerus. Ini adalah bentuk kepemimpinan yang tidak hanya muncul di rapat, tapi benar-benar terasa kehadirannya oleh karyawan di lapangan.
Selain catatan nihil korban jiwa, prestasi lain di tahun 2025 adalah angka Lost Time Injury Frequency Rate yang berhasil ditekan jadi 0,13, jauh di bawah target 0,3. Lost Time Injury Severity Rate-nya juga bagus, hanya 1,01 dari target 5. Pencapaian ini didukung berbagai program seperti Safety Observation Tour, peningkatan aturan keselamatan (CLSR), program duta kepemimpinan yang terlihat (VSL Ambassador), CSMS, Safety Academy, dan persiapan tanggap darurat.
Artikel Terkait
EMAS Kirim Perdana Dore Emas ke Antam, Sinyal Kesiapan Produksi Komersial
Pembangunan Pabrik Baru SCNP di Bogor Capai 70 Persen
IHSG Anjlok 1,44%, Saham MSKY dan JAYA Melonjak di Atas 34%
Rupiah Menguat ke Rp16.759 Didorong Harap Perundingan AS-Iran