Penjualan Hypermart Meningkat di Kuartal III-IV 2025 Meski Daya Beli Lesu

- Rabu, 18 Februari 2026 | 09:00 WIB
Penjualan Hypermart Meningkat di Kuartal III-IV 2025 Meski Daya Beli Lesu

Lebih lanjut ia menambahkan, "Investasi pada inisiatif transformasi jangka panjang terus kami lakukan. Respons positif terhadap program rebranding yang kami jalankan semakin menguatkan keyakinan bahwa upaya ini akan menciptakan nilai berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan."

Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan resmi perusahaan pada Selasa, 17 Februari 2026.

Dari sisi geografis, peta penjualannya cukup beragam. Kawasan Jabodetabek dan Jawa masih jadi penyumbang utama dengan porsi 55%. Disusul Indonesia Timur yang mencakup Maluku, Papua, Nusa Tenggara, dan Bali sebesar 16%. Kalimantan dan Sumatera masing-masing menyumbang 11%, sementara Sulawesi berkontribusi 8%.

Namun begitu, pertumbuhannya tidak merata. Yang paling mencolok adalah kinerja di Indonesia Timur, yang melesat hingga 14%. Sulawesi juga tumbuh 4,7%, diikuti Jabodetabek dan Jawa sebesar 1,9%. Sayangnya, tidak semua wilayah bernasib sama. Penjualan di Sumatera justru terkoreksi 1,8%, dan yang paling dalam, Kalimantan, anjlok signifikan sebesar 10,3%.

Meski ada koreksi di beberapa daerah, perusahaan memastikan fokusnya tidak berubah. Mereka akan tetap mendorong penjualan di kawasan-kawasan utama, dengan terus memperkuat rantai pasok yang sudah tersebar di seluruh Indonesia. Strategi omnichannel juga digenjot, lewat ekspansi di marketplace dan platform on-demand, sekaligus berupaya menumbuhkan loyalitas pelanggan yang sudah ada.

Jadi, meski angin tidak selalu berhembus searah, langkah MPPA terlihat cukup mantap. Mereka berjalan di tengah tantangan, sambil mencoba meraih peluang yang ada.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar