Dow Jones Tembus Rekor Tertinggi Baru, Sementara S&P 500 dan Nasdaq Turun

- Rabu, 11 Februari 2026 | 07:15 WIB
Dow Jones Tembus Rekor Tertinggi Baru, Sementara S&P 500 dan Nasdaq Turun

Sebaliknya, saham Spotify melonjak dengan signifikan. Platform streaming musik terbesar dunia itu berhasil melampaui proyeksi pendapatan berkat pertumbuhan basis pengguna yang kuat. Saham Marriott juga menguat didorong pertumbuhan biaya kartu kredit yang sehat, sementara Hasbro mencatatkan kenaikan berkat pengumuman kemitraan strategis jangka panjang dengan Warner Bros Discovery.

Data Ekonomi Lemah Dorong Reli Obligasi

Di sisi makroekonomi, laporan penjualan ritel AS untuk bulan Desember menjadi sorotan utama. Data yang dirilis menunjukkan stagnasi, jauh di bawah perkiraan kenaikan 0,4%. Angka ini diinterpretasi pasar sebagai sinyal bahwa tekanan inflasi mungkin mulai mereda, yang pada gilirannya membuka peluang bagi Federal Reserve untuk lebih agresif memotong suku bunga di kemudian hari.

Ekonom Senior di Interactive Brokers, José Torres, memandang data tersebut justru sebagai kabar baik bagi pasar modal. "Suku bunga anjlok setelah pagi hari yang menampilkan beberapa data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan yang meningkatkan peluang tiga kali pemotongan suku bunga The Fed tahun ini," jelasnya.

"Angka-angka buruk memang merupakan kabar baik bagi investor hari ini, karena penurunan imbal hasil tersebut mendukung perdagangan siklikal, memicu kelanjutan rotasi pasar dengan Dow Jones Industrial Average mencapai rekor baru, menandai sesi ketiga berturut-turut indeks acuan mencapai puncak baru," tambah Torres.

Reaksi di pasar obligasi terlihat jelas. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun merosot 6 basis poin ke level 4,138%, menyentuh posisi terendah dalam empat minggu. Penurunan juga terjadi pada imbal hasil obligasi 2 tahun yang lebih sensitif terhadap pergerakan suku bunga acuan The Fed.

Pasar kini menanti dengan waspada rilis data inflasi (Indeks Harga Konsumen) dan ketenagakerjaan AS yang tertunda, yang dijadwalkan pada akhir pekan ini. Kedua laporan itu diprediksi akan menjadi penentu utama arah kebijakan moneter dan sentimen investasi dalam beberapa minggu ke depan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar