MURIANETWORK.COM - Pasar saham Amerika Serikat mencatat pergerakan beragam pada sesi perdagangan Selasa (10 Februari 2026), di tengah perhatian investor terhadap data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil mengukir rekor penutupan tertinggi baru, sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq justru mengalami penurunan. Pelemahan data ritel yang dirilis hari itu memicu aksi beli di pasar obligasi, sehingga menekan imbal hasil surat utang pemerintah.
Pergerakan Beragam di Tengah Aksi Ambil Untung
Sementara Dow Jones bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,1% ke level 50.188,14 poin, sentimen di papan utama lainnya justru berbeda. Indeks S&P 500 turun 0,4% dan Nasdaq Composite, yang banyak diisi saham teknologi, terkoreksi lebih dalam sebesar 0,6%. Pergerakan ini mengindikasikan adanya aksi ambil untung setelah reli yang kuat beberapa hari sebelumnya, khususnya di sektor-sektor yang sebelumnya memimpin kenaikan.
Kepala Strategi Pasar di Jones Trading, Michael O’Rourke, memberikan analisisnya terhadap dinamika hari itu. "Hari ini pergerakan pasar saham beragam, dengan S&P 500 terhenti di ambang rekor tertinggi baru. Sektor semikonduktor, yang memimpin reli ekuitas beberapa hari lalu, mengalami aksi ambil untung hari ini," ujarnya.
Ia melanjutkan, "Grup software dan layanan mencoba memperpanjang kenaikannya hingga tiga hari, tetapi momentumnya memudar. Broker dan manajer kekayaan melakukan aksi jual setelah adanya laporan tentang penawaran perencanaan pajak berbasis AI baru dari Altruist."
Reaksi Pasar Terhadap Laporan Keuangan Perusahaan
Musim laporan kuartalan turut mewarnai perdagangan, dengan reaksi pasar yang sangat selektif terhadap setiap pengumuman. Saham Coca-Cola menjadi salah satu yang tertekan setelah raksasa minuman ringan itu melaporkan pendapatan yang meleset dari ekspektasi, tepat di masa transisi kepemimpinan.
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik Lebaran, Pertamina Siagakan Ribuan SPBU dan Layanan Darurat
Multivision Plus Gelar Rights Issue Rp280 Miliar untuk Ekspansi Bioskop dan Produksi
ABM Investama Fokus Optimalisasi Dua Tambang Andalan di Aceh dan Kalteng
Kemenhub Siaga Penuh Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026