Namun begitu, fokus pasar kini bergeser. Pekan ini, ada dua hal utama yang dinanti: data ekonomi dan laporan keuangan perusahaan.
Deretan laporan kuartalan akan jadi sorotan. Nama-nama besar seperti Coca-Cola (KO) dan Ford Motor (F) akan membuka buku mereka. Tapi bagi banyak orang, laporan dari pembuat chip ON Semiconductor (ON) mungkin lebih menarik.
Perusahaan ini sebelumnya memberi proyeksi yang cukup solid. Kekuatannya dalam menyediakan solusi manajemen daya untuk pusat data AI berhasil menutupi lesunya permintaan chip untuk kendaraan listrik di Amerika Utara dan Eropa. Lumayan, bisa mengimbangi penurunan belanja industri otomotif untuk chip silikon karbida.
Di luar korporasi, ada agenda makroekonomi yang tertunda. Pemerintah AS sempat tutup singkat, jadi beberapa data penting molor.
Laporan ketenagakerjaan AS untuk Januari, yang seharusnya rilis pekan lalu, baru akan keluar Rabu besok. Data sebelumnya dari sektor swasta menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih lemah dari perkiraan. Ini memunculkan tanda tanya: apakah pasar tenaga kerja yang selama ini tangguh mulai kehilangan panasnya?
Lalu pada Jumat, semua mata akan tertuju pada Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari. Angka inflasi ini akan dicermati dengan sangat saksama. Investor ingin tahu apakah tekanan harga sudah mereda cukup jauh untuk memberi Federal Reserve alasan memotong suku bunga di akhir tahun.
Jadi, meski sempat gonjang-ganjing, Wall Street tampaknya belum kehabisan napas. Tantangan selanjutnya tinggal menunggu di seberang.
Artikel Terkait
ENVY Rencanakan Akuisisi 99% Saham Delapan Media Komunikasi
IHSG Turun 0,94% ke 7.097,06, Mayoritas Sektor Tertekan
Harga Minyak Melonjak, Saham Migas Bergairah di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Pemerintah Kurangi Hari Operasional Program Makan Bergizi Gratis demi Efisiensi