Berbeda dengan BREN, saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) menunjukkan kinerja lebih kuat dengan kenaikan 2,31 persen ke Rp5.525, didukung oleh volume pembelian yang signifikan. Posisinya diperkirakan sedang berada pada bagian dari gelombang (v). Untuk saham ini, strategi yang diajukan adalah Spec Buy.
Analis menyarankan entry di kisaran Rp5.450-Rp5.525. Target harga yang diproyeksikan berada di Rp5.625 dan Rp5.725, dengan batas stoploss di bawah Rp5.375.
KRAS: Potensi dari Akuisisi di Pelemahan
Emiten PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) juga menguat 1,80 persen ke Rp340, meski diwarnai munculnya tekanan jual. Pergerakannya diperkirakan sedang pada bagian dari gelombang B, sehingga strategi Buy on Weakness kembali diterapkan.
Rekomendasi entry untuk KRAS berada di rentang Rp324-Rp336. Target harga yang ditetapkan cukup optimis, yaitu Rp372 dan Rp400, dengan stoploss ketat di bawah Rp308.
INDY: Momentum di Atas Rata-rata Bergerak
Terakhir, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) mengalami koreksi tipis 0,30 persen ke Rp3.340. Yang menarik, saham ini masih didominasi volume pembelian dan berhasil menutup perdagangan di atas garis Moving Average 20 (MA20), sebuah sinyal teknis yang sering dianggap positif. Posisinya saat ini diperkirakan berada pada bagian dari gelombang 5.
Untuk INDY, strategi Buy on Weakness juga direkomendasikan dengan area akuisisi di Rp3.170-Rp3.290. Target harga diproyeksikan menuju Rp3.570 dan Rp3.820, sementara stoploss diletakkan di bawah Rp3.070.
Rangkaian rekomendasi ini memberikan pilihan strategi bagi investor dengan profil risiko yang berbeda, sekaligus menekankan pentingnya manajemen risiko melalui penetapan level stoploss yang jelas. Seperti biasa, keputusan investasi tetap harus mempertimbangkan kondisi pasar secara real-time dan faktor fundamental perusahaan.
Artikel Terkait
Pendapatan Paradise Indonesia Melonjak 32,9% Didorong Proyek Ikonik
Ketegangan AS-Iran Dongkrak Dolar, Pasar Waspadai Inflasi dan Suku Bunga
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram Pasca-Lebaran, Galeri24 dan UBS Stabil