Tak cuma soal nama, klasifikasi tipenya juga bakal dirombak. Selama ini, identitas investor di kita cuma dikelompokkan dalam 9 kategori Single Investor Identification (SID). Sistem yang menurut banyak pihak sudah ketinggalan zaman.
Makanya, BEI bersama KSEI bakal merincinya lebih detail. Kategorinya akan mengikuti praktik terbaik global, jadi lebih granular. Nantinya, akan ada kategori khusus untuk Sovereign Wealth Fund (SWF), Private Equity (PE), Investment Advisor, sampai Discretionary Fund.
“Kami harapkan proses ini akan dapat diselesaikan paling lambat April 2026 sebelum timeline yang ditetapkan oleh MSCI,” tambahnya.
Prosesnya tentu tidak instan. Untuk memastikan semuanya berjalan mulus, sosialisasi ke perusahaan efek, bank kustodian, dan pemangku kepentingan lain akan segera dimulai minggu ini. Remapping data investor ini dianggap krusial. Ia akan memberikan kejelasan atas setiap transaksi yang terjadi, menghilangkan kabut keraguan.
Pada akhirnya, semua langkah strategis ini diharapkan jadi semacam penawar bagi kekhawatiran investor asing. Isinya adalah kepastian: bahwa iklim investasi di pasar modal Indonesia kini lebih terbuka, lebih akuntabel, dan siap bersaing di tingkat global.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak