Hari Pneumonia Sedunia 2025: Fokus pada Kelangsungan Hidup Anak dari Ancaman Mematikan

- Rabu, 12 November 2025 | 05:30 WIB
Hari Pneumonia Sedunia 2025: Fokus pada Kelangsungan Hidup Anak dari Ancaman Mematikan
Hari Pneumonia Sedunia 2025: Fokus pada Kelangsungan Hidup Anak

Hari Pneumonia Sedunia 2025: Mengupayakan Kelangsungan Hidup Anak dari Ancaman Mematikan

Setiap tahun pada tanggal 12 November, dunia memperingati Hari Pneumonia Sedunia. Momen penting ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global dan mendorong aksi kolektif dalam melawan penyakit pneumonia, yang masih menjadi ancaman kesehatan serius.

Pneumonia: Pembunuh Nomor Satu yang Terabaikan

Pneumonia tidak hanya penyakit pernapasan biasa. Data terbaru dari Global Burden of Disease mengungkapkan betapa dahsyatnya dampak penyakit ini. Pada tahun 2023 saja, pneumonia merenggut nyawa sekitar 2,5 juta jiwa di seluruh dunia. Yang lebih memprihatinkan, dari jumlah tersebut, 610.000 korban adalah anak balita. Fakta ini menegaskan posisi pneumonia sebagai penyebab kematian infeksi tertinggi pada anak-anak, terutama bagi bayi berusia 0 hingga 11 bulan.

Krisis Pneumonia yang Terus Meningkat

Beberapa faktor turut memperburuk situasi krisis pneumonia saat ini. Tren populasi yang menua, meningkatnya urbanisasi, dan tingkat polusi udara yang tinggi berkontribusi pada peningkatan beban infeksi pernapasan. Ditambah dengan ancaman pandemi baru yang mirip COVID-19, pneumonia kini menjadi pembunuh jutaan orang dalam semua kelompok usia sepanjang siklus hidup.

Kelompok Rentan yang Paling Terdampak

Anak-anak dan lansia merupakan kelompok yang paling berisiko tinggi mengalami komplikasi fatal akibat pneumonia.

Pada anak-anak, kerentanan sangat tinggi bagi mereka yang tinggal di daerah dengan cakupan vaksinasi rendah, mengalami malnutrisi, atau tinggal di rumah yang masih menggunakan bahan bakar berpolusi untuk memasak dan menghangatkan ruangan. Sangat mengejutkan, data menunjukkan bahwa malnutrisi menjadi faktor penyebab dalam 60 persen kematian akibat pneumonia pada anak.

Sementara pada lansia di atas 70 tahun, paparan polusi udara luar ruangan terutama dari pembakaran bahan bakar fosil dan kebiasaan merokok menjadi pemicu utama. Lebih dari seperempat kematian pneumonia pada kelompok usia ini dikaitkan langsung dengan polusi udara dan rokok.

Tema Hari Pneumonia Sedunia 2025: Kelangsungan Hidup Anak

Untuk menyoroti urgensi penanganan pneumonia, Koalisi Every Breath Counts menetapkan tema khusus setiap tahunnya. Pada peringatan tahun 2025 ini, tema yang diusung adalah "Kelangsungan Hidup Anak". Tema ini dipilih sebagai bentuk pengakuan bahwa pneumonia masih menjadi pembunuh utama anak-anak akibat infeksi, sehingga memerlukan perhatian dan tindakan yang lebih serius dari semua pihak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar