Medela Potentia Pacu Ekspansi Digital, Genjot Akses Kesehatan Lewat GoApotik

- Minggu, 01 Februari 2026 | 14:54 WIB
Medela Potentia Pacu Ekspansi Digital, Genjot Akses Kesehatan Lewat GoApotik

Lalu, bagaimana dengan performa platform digitalnya? Ternyata cukup menggembirakan. Platform digital untuk channel apotek, rumah sakit, PBF, Distributor Alat Kesehatan, dan veterinary (GPOS B2B) mencatat pertumbuhan penjualan 10 persen. Cakupan distribusinya bahkan naik hingga 22 persen. Sementara GoApotik sendiri tumbuh lebih pesat: pendapatannya melesat 31 persen, didukung kenaikan jumlah pelanggan 34 persen dan peningkatan transaksi sebesar 13 persen.

Melihat tren ini, Mandiri Sekuritas punya proyeksi optimis. Laporan mereka menyebutkan, pendapatan penuh MDLA di tahun 2025 diproyeksi sekitar Rp 14,7-14,8 triliun. Itu artinya tumbuh 1-2 persen year-on-year. Laba kotor diperkirakan di kisaran Rp 1,40-1,45 triliun, dengan pertumbuhan 2-5 persen. Untuk laba bersih, proyeksinya antara Rp 375-385 miliar, atau naik 9-12 persen.

Soal bagi hasil ke pemegang saham, komitmen MDLA cukup jelas. Perusahaan berencana mendistribusikan 40 persen dari laba tahun 2025 sebagai dividen. Untuk dividen interim, sejauh ini belum ada intensi. Dengan asumsi laba bersih sesuai proyeksi, total pembayaran dividen bisa mencapai Rp 150-154 miliar. Kalau dirinci, dividen per saham (DPS) diperkirakan sekitar Rp 10,7 sampai Rp 11,0 per lembar saham.

Tim riset Mandiri Sekuritas menegaskan keyakinannya.

tulis mereka dalam laporannya. Jadi, semua mata tertuju pada sektor farmasi sebagai motor penggerak utama di tahun depan.


Halaman:

Komentar