Pasar Emas Diguncang Aksi Jual Terdalam dalam 40 Tahun

- Minggu, 01 Februari 2026 | 09:50 WIB
Pasar Emas Diguncang Aksi Jual Terdalam dalam 40 Tahun

Pasar emas dunia diguncang aksi jual besar-besaran pada Jumat lalu. Harga logam mulia itu ambruk, mencatat penurunan harian terdalam dalam lebih dari empat dekade. Bahkan, perak pun tak kalah terpuruk, meluncur hampir 30 persen dalam satu hari.

Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di angka USD5.594,82 per ons sehari sebelumnya, emas spot anjlok. Puncaknya, ia terjun bebas 12,86 persen ke level USD4.679,51. Penutupan perdagangan sedikit memulihkan posisi, tapi tetap saja merosot 8,84 persen ke USD4.895,44 per troy ons. Pekan yang benar-benar berdarah-darah bagi para pemegang logam mulia.

Lalu, apa pemicu semua kekacauan ini? Analis menyoroti pengumuman Presiden AS Donald Trump soal calon Ketua Federal Reserve. Trump menunjuk Kevin Warsh, mantan Gubernur The Fed yang dikenal vokal mengkritik bank sentral, untuk menggantikan Jerome Powell. Penunjukan ini jelas mengirim gelombang ketidakpastian ke pasar.

Namun begitu, tampaknya bukan cuma satu faktor penyebabnya. Menurut Suki Cooper, Kepala Riset Komoditas Global Standard Chartered Bank, pasar memang sudah terlalu panas dan butuh koreksi.

"Pemicunya kemungkinan kombinasi dari berbagai hal, mulai dari pengumuman The Fed hingga arus makroekonomi yang lebih luas," katanya, seperti dikutip Reuters.

"Baik dilihat dari pergerakan dolar maupun ekspektasi imbal hasil riil, kombinasi faktor-faktor inilah yang memicu aksi ambil untung," tambah Cooper.


Halaman:

Komentar