Di sisi lain, beberapa indikator risiko menunjukkan tekanan. Premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia untuk tenor 5 tahun, per 29 Januari, naik menjadi 75,31 basis poin (bps). Angka ini meningkat dari posisi 73,05 bps yang tercatat seminggu sebelumnya.
Pergerakan serupa terlihat pada imbal hasil obligasi. Pada Kamis (29/1), yield SBN Indonesia tenor 10 tahun merangkak naik ke level 6,35 persen. Kondisi ini agak kontras dengan tren di Amerika Serikat, di mana imbal hasil US Treasury Note 10 tahun justru turun ke 4,231 persen.
Menghadapi dinamika ini, BI menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas. "Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait," tegas Ramdan.
Strategi bauran kebijakan, lanjutnya, akan dioptimalkan untuk mendukung ketahanan eksternal perekonomian nasional di tengah gejolak arus modal global yang kerap berubah-ubah ini.
Artikel Terkait
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri