Di tengah hiruk-pikuk pasar modal yang sempat gempar, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara. Ia meyakinkan publik bahwa keputusan pemerintah menaikkan porsi free float saham dari 7,5% menjadi 15% tidak akan serta-merta membuat pasar sepi. Justru sebaliknya.
“Tidak, jadi kita sudah lihat bahwa berapa kebutuhan investor kalau free float naik kan sebetulnya investasi akan masuk, likuiditas meningkat,”
Ucap Airlangga di Kantor Danantara Indonesia, Jumat lalu. Menurutnya, langkah ini sudah dipikirkan matang-matang, disesuaikan dengan selera dan kebutuhan para investor. Harapannya jelas: likuiditas pasar membaik dan Indonesia kian mendekati standar yang berlaku secara global.
Lalu, apa yang memicu kebijakan ini? Rupanya, ini adalah respons langsung atas tekanan pasar. Pemicu utamanya adalah perubahan metodologi penilaian dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap Indonesia. Perubahan itu sempat membuat IHSG anjlok hampir 8 persen di pertengahan pekan.
Artikel Terkait
Trump Siapkan Kevin Warsh untuk Pimpin The Fed, Sinyal Perubahan Kebijakan Makin Kuat
IHSG Pacu Kenaikan 97 Poin, Saham Tekstil Jadi Primadona di Akhir Pekan
Pasca Trading Halt, Direktur Utama BEI Iman Rahman Mengundurkan Diri
Puluhan Emiten BEI Terancam Delisting Gara-gara Aturan Free Float