Nah, kalau dibandingkan dengan negara lain, posisi kita memang tertinggal. Airlangga menyebutkan, free float saham di Thailand sudah mencapai 15 persen. Singapura dan Filipina ada di angka 10 persen, bahkan Inggris pun sama. Indonesia? Selama ini lebih rendah dari itu semua.
“Jadi kita ambil angka yang relatif lebih terbuka dengan tata kelola yang lebih baik,”
tambahnya. Angka 15 persen itu dipilih sebagai bentuk keterbukaan, sekaligus upaya perbaikan tata kelola.
Targetnya, aturan baru ini mulai berlaku pada Maret mendatang. Pemerintah berharap stabilitas perdagangan saham bisa terjaga. Di sisi lain, daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global diharapkan semakin menguat. Semua itu bertujuan meredam dampak tekanan yang sempat membuat pasar bergetar hebat beberapa waktu lalu.
Artikel Terkait
Trump Siapkan Kevin Warsh untuk Pimpin The Fed, Sinyal Perubahan Kebijakan Makin Kuat
IHSG Pacu Kenaikan 97 Poin, Saham Tekstil Jadi Primadona di Akhir Pekan
Pasca Trading Halt, Direktur Utama BEI Iman Rahman Mengundurkan Diri
Puluhan Emiten BEI Terancam Delisting Gara-gara Aturan Free Float