Meski sempat diwarnai kejutan dengan mundurnya Dirut BEI Iman Rachman, pasar saham domestik justru mencatatkan kinerja positif di akhir sesi pertama hari ini. IHSG ditutup menguat 1,18 persen, menggapai level 8.329,15. Naik, meski ada kabar yang bisa dibilang cukup mengguncang.
Performa saham-saham unggulan bahkan lebih menggembirakan. Indeks LQ45 melesat 2,29 persen ke posisi 831,59. Pasar terlihat optimis, dengan mayoritas saham berakhir di zona hijau: 550 saham naik, kalahkan 181 saham yang melemah, sementara 78 lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan pun cukup sibuk. Volume transaksi mencapai 33,58 miliar saham dengan nilai beli jual menembus Rp 22,2 triliun. Frekuensinya sendiri terjadi lebih dari 2 juta kali. Angka yang tak bisa dibilang kecil.
Namun begitu, ada catatan lain dari sisi mata uang. Berdasarkan pantauan Bloomberg, rupiah justru melemah tipis siang tadi. Nilai tukarnya anjlok 33 poin ke Rp 16.788 per dolar AS.
Lalu, bagaimana dengan bursa regional? Situasinya beragam, tidak seragam.
Nikkei 225 Jepang nyaris flat, hanya naik 0,05 persen. Sementara itu, suasana di Hong Kong dan China kurang bersahabat. Hang Seng terperosok 1,78 persen, dan SSE Composite di Shanghai turun 1,19 persen.
Tak jauh berbeda, indeks Straits Times Singapura juga tercatat merah, meski pelemahannya relatif ringan di 0,17 persen.
Jadi, dalam satu siang ini, IHSG seperti berjalan sendiri. Melawan tren mayoritas Asia dan bahkan mengabaikan gejolak internal yang terjadi.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020