Dia lalu menyinggung kebijakan negara-negara besar. Menurut pengamatannya, langkah China dan Amerika Serikat yang menimbun cadangan emas dalam volume besar bukan tanpa alasan. Itu adalah strategi untuk melindungi nilai mata uang mereka dan sekaligus memperkuat pondasi ekonomi di kancah global.
"Mereka beli berton-ton, kan? Ya, salah satu sebab kenaikan harga ya karena permintaan besar-besaran dari mereka. Tujuannya jelas, untuk mengamankan kekuatan ekonominya," jelas Suki.
Memang, data di lapangan menunjukkan grafik yang terus menanjak. Harga emas dunia sendiri sudah menerobos level USD5.598 per troy ons. Sementara di dalam negeri, angka Rp3 jutaan per gram kini sudah jadi kenyataan.
Sebagai gambaran, harga emas Galeri24 di Pegadaian hari ini berada di kisaran Rp3.068.000 per gram. Angka itu naik cukup signifikan, sekitar Rp103.000, dari posisi sebelumnya. Untuk emas UBS, harganya bahkan lebih tinggi, yakni Rp3.136.000 per gram setelah mengalami kenaikan Rp119.000. Sedangkan emas Antam, berdasarkan informasi dari Logam Mulia, dibanderol Rp3.003.000 per gram.
Lonjakan ini, di satu sisi, bikin para pemegang aset tersenyum. Di sisi lain, bagi yang belum masuk, timbul pertanyaan: masih tepatkah membeli sekarang? Jawabannya, seperti biasa di dunia investasi, kembali pada strategi dan tujuan masing-masing.
Artikel Terkait
ESDM Buka Suara Soal Alih Kelola Tambang Martabe ke BUMN
Kemenperin Buka Suara Soal Strategi Pengrajin Emas Hadapi Lonjakan Harga
Analis Soroti Pelayaran: Saham Ini Jadi Incaran di Tengah IHSG Berguncang
CIMB Niaga Syariah Siapkan Langkah IPO Setelah Mandiri