Setelah Pak Jokowi pensiun, harapan negeri ini seolah bertumpu pada satu nama: Pak Prabowo.
Dulu, kritik pedas terhadap kondisi negara kerap dilontarkan Pak Jokowi. Kini, giliran Pak Prabowo yang vokal menyuarakan hal serupa. Keduanya, dalam caranya masing-masing, menunjukkan kecintaan yang dalam pada Indonesia.
Namun begitu, situasi sekarang terasa berbeda. Nepotisme seakan merajalela. Baru-baru ini, seorang ponakan Presiden diangkat menjadi Wamen. Tak lama, posisinya berganti menjadi Deputi Gubernur BI.
Netizen pendukungnya pun ramai-ramai membela. Kata mereka, sang ponakan punya kapabilitas mumpuni.
Di tengah kondisi seperti inilah, sorotan beralih ke Pak Prabowo. Figur yang sejak dulu dikenal sangat anti nepotisme.
Ambil contoh berita di tahun 2024 lalu. Dengan tegas, dia mengkritik habis praktik koncoisme dan nepotisme. Hanya dialah yang berani menyentil hal-hal sensitif semacam itu, setidaknya itulah yang terlihat.
Komitmennya untuk mencerdaskan bangsa pun tak perlu diragukan lagi. Usahanya mati-matian. Sungguh, terpujilah.
Ya Allah, lindungilah Pak Prabowo.
(Tere Liye, penulis novel “Teruslah Bodoh Jangan Pintar”)
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu