Proses pemeriksaan awal terhadap Wali Kota Madiun Maidi dan delapan orang lain yang terjaring operasi tangkap tangan KPK akhirnya rampung. Nah, kasus ini pun sudah naik kelas. Dari penyelidikan, sekarang resmi masuk tahap penyidikan dan status hukum para tersangka sudah ditetapkan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi perkembangan terbaru ini kepada awak media, Selasa (20/1/2026).
"Telah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa penyelidikan ini naik ke tahap penyidikan. Dalam ekspose tersebut juga sudah menetapkan status hukum para pihak yang diamankan, dalam waktu 1x24 jam," jelas Budi.
Artinya, jalan masih panjang. Saat ini, Maidi beserta kedelapan orang tersebut masih mendalami pemeriksaan intensif dari penyidik. Lokasinya masih di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
"Saat ini para pihak tersebut masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik," terang Budi, menegaskan.
Operasi yang menjerat pejabat ini bermula dari dugaan kasus fee proyek dan dana CSR di wilayah Pemerintah Kota Madiun. Maidi sendiri baru tiba di kompleks KPK untuk menjalani pemeriksaan.
Kedatangannya terjadi semalam, sekitar pukul 22.35 WIB. Penampilannya sederhana: topi menutupi kepala, jaket biru dongker, dan celana hitam. Dia terlihat membawa tas jinjing berwarna biru serta sebuah dompet hitam, dikawal ketat oleh petugas menuju gedung.
Sebenarnya, total orang yang diamankan dalam OTT kemarin bukan sedikit. Menurut penjelasan Budi Prasetyo pada Senin (19/1), tim penyidik berhasil mengamankan lima belas orang di Madiun, Jawa Timur.
"Benar, hari ini Senin (19/1), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur," ujarnya.
Yang menarik, bukti yang berhasil diamankan cukup signifikan. Penyidik menyita uang tunai yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah dalam operasi tersebut.
"Selain itu, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah," kata Budi.
Nah, dengan naiknya status kasus ke penyidikan, berarti KPK merasa sudah punya cukup bahan untuk mendalami dugaan korupsi ini lebih serius. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Rina Nose Ungkap Post-Op Blues Usai Operasi Plastik Hidung
Wakapolri Resmikan 17 Jembatan untuk Perkuat Konektivitas di Kolaka
Wamen Sosial Dorong Kolaborasi Pemerintah-Swasta untuk Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem 2026
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 16,7 Miliar untuk Korban Banjir Langkat