Ia punya skema. Daerah-daerah yang hasil panennya melimpah, menurutnya, harus bisa mendukung kawasan lain yang kekurangan. “Kemudian logistik pangan dengan fasilitasi antar wilayah, dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. Kemudian juga pemerintah terus menjaga administered price terhadap berbagai bahan pangan,” jelasnya.
Latar belakang upaya ini cukup jelas. Sebelumnya, BPS merilis data inflasi sepanjang 2025 yang mencapai 2,92 persen secara tahunan. Angka IHK-nya sendiri ada di 109,92.
Kalau dibandingkan, capaian ini memang lebih tinggi. Pada Desember 2024 lalu, inflasi hanya 1,57 persen. Bahkan melampaui posisi Desember 2023 yang sebesar 2,61 persen. Jadi, tekanan untuk menahan laju kenaikan harga jelas terasa.
Artikel Terkait
Emas Tembus Rp3 Juta, Pedagang Pasar Cikini Ungkap Rahasia Investasi yang Tak Lekang Zaman
IHSG Tergelincir 88 Poin, Sektor Transportasi Jadi Penyelamat di Tengah Banjir Merah
Sarapan Pagi di Kantor Menko Perekonomian, Para Petinggi Bahas Strategi Jaga Stabilitas
IHSG Terjun 1%, BEI Terpaksa Hentikan Perdagangan di Tengah Aksi Jual