Pasar saham Indonesia diguncang badai. Keputusan terbaru MSCI menciptakan tekanan jual yang luar biasa, membuat IHSG anjlok tajam hingga memicu trading halt. Tapi di tengah kekacauan ini, ada titik terang. Beberapa saham dinilai punya daya tahan lebih baik dan layak jadi perhatian.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh melihat peluang di sektor komoditas. Menurutnya, saham-saham berbasis emas dan logam punya fundamental solid dan prospek kinerja keuangan yang menarik.
Minat investor asing di sektor ini juga masih terpantau kuat. Ia menyebut beberapa emiten seperti ANTM, MBMA, NCKL, dan INCO.
Di sisi lain, analis dari CGS International punya pandangan serupa meski dengan nada lebih hati-hati. Mereka mengingatkan risiko arus keluar dana asing jika skenario terburuk MSCI benar-benar terjadi. Namun begitu, mereka sepakat bahwa beberapa sektor masih bisa bertahan.
Investor disarankan untuk selektif. Fokus pada saham dengan kepemilikan asing rendah, eksposur dolar AS terbatas, dan karakter defensif seperti valuasi murah dan dividend yield yang menarik. Sektor rokok, unggas, transportasi, jalan tol, utilitas, dan beberapa saham logam tertentu masuk dalam kategori ini.
Tekanan di pasar benar-benar nyata. IHSG sempat merosot 8% ke level 8.261,79 di sesi siang, memaksa bursa menghentikan perdagangan selama setengah jam. Penutupan akhirnya di 8.320,56, melemah 7,35%. Suasana sangat lesu: hanya 41 saham yang menguat, sementara 787 lainnya terperosok. Tekanan jual berat menyasar saham konglomerasi dan perbankan besar yang berkaitan erat dengan indeks global MSCI.
Michael Yeoh menjelaskan akar masalahnya. “Karena dalam threshold MSCI, perhitungan market cap didasari dari free float,” katanya. Ketidakpastian metode perhitungan inilah yang membuat investor, terutama asing, panik.
Ia juga menyoroti langkah drastis MSCI yang membekukan sementara posisi Indonesia. Artinya, tak ada saham yang masuk atau keluar dari indeks global mereka hingga review berikutnya di Mei 2026. “Di mana ada potensi Indonesia akan dikeluarkan dari klasifikasi emerging market,” tambahnya.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak ke Level Tertinggi Empat Bulan, Ketegangan Iran dan Dolar Melemah Jadi Pemicu
Emas Tembus USD 5.400, Ketegangan Global Picu Reli Gila-Gilaan
BCA Siapkan Buyback Rp 5 Triliun, Tunggu Restu Pemegang Saham pada 2026
MSCI Bekukan Perubahan Indeks, IHSG Terguncang 7,3%