IHSG Anjlok 8 Persen, BEI Berlakukan Trading Halt
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia justru diguncang badai. IHSG kolaps, anjlok tajam 8 persen atau 718,441 poin ke level 8.261,78. Penurunan yang drastis ini langsung memicu aturan baru BEI: trading halt otomatis.
Ya, begitu indeks terkoreksi lebih dari 8 persen, perdagangan langsung dihentikan sementara. Ini pertama kalinya aturan itu diterapkan, dan gambarnya jelas: sentimen pasar sedang sangat negatif.
Lihat saja datanya. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, cuma 28 yang untung. Sebaliknya, 768 saham lainnya terperosok dalam zona merah. Sisanya, delapan saham, flat. Volume perdagangan pun tinggi, mencapai Rp 45,39 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp 31,9 triliun. Angka-angka itu menunjukkan tekanan jual yang luar biasa massif.
Memang, apa penyebab pastinya masih dianalisa. Bisa karena kekhawatiran pada kondisi makro, atau mungkin faktor eksternal yang bikin investor panik. Yang jelas, Rabu kemarin adalah hari yang cukup mencekam bagi para pemegang saham.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak ke Level Tertinggi Empat Bulan, Ketegangan Iran dan Dolar Melemah Jadi Pemicu
Emas Tembus USD 5.400, Ketegangan Global Picu Reli Gila-Gilaan
Badai MSCI Guncang IHSG, Saham Komoditas Jadi Pelindung di Tengah Panik
BCA Siapkan Buyback Rp 5 Triliun, Tunggu Restu Pemegang Saham pada 2026