Pasar saham Indonesia hari ini benar-benar berdarah. IHSG, barometer utama bursa, ditutup dengan penurunan tajam 7,35 persen ke level 8.320,56. Itu artinya, indeks anjlok 659,67 poin dalam satu hari perdagangan yang cukup mencekam.
Yang bikin suasana makin tegang, perdagangan sempat dihentikan sementara (trading halt) siang tadi. Setelah jeda itu, tekanan jual justru berlanjut hingga sesi penutupan. Hasilnya? Kerusakan luas.
Hampir semua sektor ikut terperosok. Tak ada satu pun indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau. Peta perdagangan menunjukkan betapa suramnya hari Rabu (28/1/2026) ini: hanya 41 saham yang naik, sementara 787 lainnya terkapar. Seratus tiga puluh saham lagi stagnan, tak bergerak.
Kapitalisasi pasar pun menyusut drastis, terkikis hingga ke angka Rp15.093 triliun. Aktivitas perdagangan terlihat sibuk, tapi lebih didominasi aksi jual. Volume transaksi mencapai 57,46 miliar saham dengan nilai Rp45,04 triliun, terjadi dalam lebih dari 3,9 juta kali frekuensi perdagangan.
Artikel Terkait
Merger Tiga Anak Usaha Pertamina Mundur ke Februari 2026
Di Balik IHSG Anjlok 8%, BEI Tegaskan Minat IPO Tak Surut
Indonesia Dapat Deadline 2026 dari MSCI, Ancaman Turun Peringkat Mengintai
GoTo Gelontor Bantuan Modal, Driver Ojol Dikawinkan dengan Bisnis Sendiri