"Yang terpenting," tegas Teddy, "peserta pemagangan benar-benar belajar langsung di perusahaan atau instansi pemerintah, didampingi mentor, memperoleh pengalaman kerja nyata, dan menerima uang saku sesuai upah minimum kabupaten/kota setempat."
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, juga angkat bicara. Ia menyebutkan, pada semester pertama 2026 nanti, akan ada tambahan minimal 100.000 peserta. Angkanya bisa bertambah, seiring dengan meluasnya jaringan mitra penyelenggara. Harapannya, kesempatan bagi sarjana muda pun makin terbuka lebar.
"Hal ini semakin meyakinkan bahwa program pemagangan menjadi instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing untuk jangka panjang," pungkas Yassierli.
Jadi, bagi yang baru lulus dan masih bingung mencari pijakan, program ini layak jadi pertimbangan. Bukan cuma teori, tapi pengalaman langsung di dunia kerja yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 8%, BEI Terpaksa Bekukan Perdagangan
BI Luncurkan Peta Jalan Ekonomi 2025: Optimisme, Komitmen, dan Sinergi Jadi Kunci
Harga Pangan di Tiga Provinsi Terdampak Bencana Mulai Stabil
MSCI Bekukan Perubahan Indeks, IHSG Tergelincir 7 Persen