jelas Weni lebih lanjut.
Untuk tahun ini, fokus utama memang pada proses pengadaan. Salah satu paket yang sudah masuk lelang adalah CP100, yaitu paket pekerjaan persiapan di berbagai titik sepanjang jalur fase 1.
lanjutnya.
Tak hanya CP100, beberapa paket lain juga ditargetkan segera dikontrak tahun ini. Di antaranya CP109 untuk Depo Rorotan dan CP104. Targetnya, proses award atau pemberian kontrak untuk paket-paket itu bisa segera diselesaikan.
Dukungan pendanaan untuk proyek ambisius ini juga terlihat. Pemerintah mengalokasikan hibah sebesar Rp 2,61 triliun di APBN 2026 untuk pembangunan MRT Jakarta. Angka itu melonjak signifikan dibanding outlook tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, rencana MRT Timur-Barat ini memang mega proyek. Koridor yang direncanakan akan membentang sepanjang 84 kilometer, dari Balaraja di Tangerang hingga Cikarang di Bekasi. Pengerjaannya dibagi menjadi empat tahap besar, dengan fase 1 tahap 1 yang sedang dibicarakan ini sebagai langkah pertama.
Pendanaan hibahnya bersumber dari pinjaman JICA, dengan pelaksanaan yang sudah berjalan sejak 2009 dan ditargetkan hingga 2034. Provinsi DKI Jakarta bertindak sebagai penerima hibah, sementara Ditjen Perkeretaapian Kemenhub menjadi pelaksana teknisnya. Perjalanan masih panjang, tapi setidaknya sekarang sudah ada titik terang.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Tantang Investor: Tertawakan Saya, Tapi Jangan Lupa Investasi
Cincin Donat untuk Pejalan Kaki: MRT Jakarta Rancang Jembatan Melingkar di Dukuh Atas
Pertamina Usul Batasi Pembelian LPG 3 Kg Maksimal 10 Tabung per KK Mulai 2026
LPS Soroti Suku Bunga Simpanan yang Belum Turun Sesuai Sinyal Pasar