Pasar saham Indonesia diprediksi akan dibuka dengan suasana campur adug di awal pekan ini. Analis memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rentang yang cukup sempit, antara 8.920 hingga level psikologis 9.000 pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026.
William Hartanto, praktisi pasar modal sekaligus founder WH-Project, menyoroti peluang pergerakan indeks yang tidak satu arah. Menurutnya, level 9.000 akan kembali menjadi tantangan yang berat untuk ditembus.
"Terbuka peluang untuk pergerakan mixed di pekan ini, di mana IHSG akan kembali menghadapi level 9.000 sebagai resistance," ujar William dalam risetnya.
Ia melihat, pelemasan yang terjadi sepanjang pekan lalu ternyata membawa IHSG pada penutupan gap di level 8.956. Indeks akhirnya ditutup di posisi 8.951 pada Jumat kemarin.
Dari sisi chart, posisi penutupan itu sebenarnya masih memberikan secercah harapan. William menjelaskan, angka 8.951 masih bertengger di atas garis Moving Average 20 hari, yang artinya tren utama belum sepenuhnya patah. Pola candlestick yang terbentuk pun mirip dengan "hammer", sebuah formasi yang sering diartikan sebagai tanda potensi pemulihan.
Kalau kita lihat datanya, IHSG memang terkoreksi 41,17 poin atau 0,46 persen ke 8.951,01 di akhir perdagangan Jumat. Secara mingguan, pelemahannya lebih dalam, mencapai 1,37 persen.
Nah, jadi gimana ke depannya? William berpendapat IHSG masih berpotensi bergerak mixed. Fokusnya ada dua: pengujian kembali resistance 9.000 dan apakah penutupan gap di 8.956 sudah benar-benar tuntas.
"Koreksi yang terjadi pada pekan lalu dapat disimpulkan sebagai koreksi sehat," tambahnya, mencoba memberikan sudut pandang yang lebih positif terhadap aksi jual pekan lalu.
Lalu, saham apa saja yang patut dipertimbangkan hari ini? William memberikan beberapa rekomendasi teknikal untuk perdagangan Senin ini:
MDKA: sinyal beli. Target estimasi ada di kisaran Rp3.550 sampai Rp3.620. Support dan resistance masing-masing di Rp2.800 dan Rp3.620.
MAPI: juga rekomendasi beli. Targetnya Rp1.345-Rp1.385, dengan support kuat di Rp1.200.
BBTN: masuk dalam radar beli. Analis memperkirakan saham bank ini bisa menuju Rp1.270-Rp1.335. Level support dan resistance-nya terpantau di Rp1.185 dan Rp1.270.
TLKM: rekomendasi buy. Saham telekomunikasi ini ditargetkan merangkak naik ke area Rp3.940-Rp4.010. Support ada di Rp3.650.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
CBUT Targetkan Kinerja Tahun Ini Terdongkrak Program B50 dan Pabrik Baru
IHSG Rebound Dua Hari Beruntun, BBCA Jadi Motor Penguatan di Tengah Aksi Jual Asing Rp3,13 Triliun
Harga Emas di Pegadaian Kompak Turun, UBS Paling Dalam Terkoreksi Rp54.000 per Gram
CBRE Tunggu Efektif OJK, Rights Issue Ditargetkan Rampung Juni 2026