“Pendanaan buyback bersumber dari kas internal sehingga tidak berdampak terhadap kelangsungan operasional,” tegas manajemen.
Kepercayaan diri itu mungkin datang dari kondisi keuangan yang terlihat sehat. Per September 2025 lalu, posisi kas dan setara kas DEWA tercatat mencapai Rp1,17 triliun. Belum lagi, mereka juga memproyeksikan akan ada tambahan arus kas bebas sekitar Rp595 miliar dalam periode Oktober 2025 hingga Februari 2026. Cukup untuk menopang program ini.
Secara keseluruhan, DEWA mengalokasikan dana hingga Rp950 miliar untuk membeli kembali sahamnya. Program yang berlangsung sejak 19 November 2025 hingga 19 Februari 2026 ini, menurut mereka, dilakukan dengan harga yang wajar dan sesuai aturan.
Di sisi lain, pasar tampak merespons positif. Pada hari yang sama informasi ini beredar, yaitu Jumat (23/1), saham DEWA menguat 3,01% ke level Rp685. Volume perdagangannya pun cukup sibuk, dengan 1,58 miliar saham berpindah tangan menciptakan transaksi senilai Rp1,04 triliun. Sebuah sinyal yang menarik untuk diamati.
Artikel Terkait
Tragedi di PLTU Sukabangun: Audit Ketat dan Janji Hukum untuk Akhiri Duka
Merdeka Gold Siapkan Langkah Langka ke Bursa Hong Kong
Gejolak Timur Tengah Pacu Minyak dan Nikel, Timah Melonjak 9,5%
Emas Mendekati Angka Ajaib, Perak Terbang di Atas Awan Euforia