Kabar soal merebaknya varian influenza baru di Amerika Serikat, yang dijuluki 'superflu', mulai bikin waswas. Varian A (H3N2) Subclade K ini disebut-sebut punya gejala pernapasan yang cukup berat. Pertanyaannya, seberapa besar ancamannya buat kita di Indonesia?
Menurut dr. Nastiti Kaswandani, dokter spesialis anak yang juga anggota UKK Respirologi IDAI, peluang virus itu masuk ke Tanah Air sangat besar. Indonesia, jelasnya, bukanlah negara yang terisolasi. Lalu lintas internasional kita tinggi banget.
"Cepat atau lambat penyakit itu akan sampai di Indonesia. Jadi, semakin dekat ya semakin besar kemungkinannya,"
Begitu penjelasannya dalam sebuah webinar belum lama ini. Pengalaman dari wabah-wabah sebelumnya menunjukkan, penyebaran lintas negara hampir selalu terjadi. Itu realitas yang harus kita hadapi.
Lalu, Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Di sisi lain, soal perlindungan, ada kabar yang cukup menenangkan. Vaksin influenza yang kita punya di sini pada dasarnya sama dengan yang dipakai di negara-negara seperti AS atau Australia. Bio Farma juga sudah memproduksinya dan ketersediaannya luas.
Tapi bagaimana efektivitasnya? Berbagai penelitian, tutur dr. Nastiti, menunjukkan angka pencegahan penularan sekitar 62 persen. Namun begitu, manfaat terbesarnya justru ada di pencegahan keparahan.
Maksudnya, meski masih mungkin ketularan, gejalanya cenderung jauh lebih ringan. Cuma demam atau batuk pilek biasa, bukan sesak napas berat yang berujung di rawat inap.
“Vaksin itu mungkin tidak 100 persen mencegah penularan, tetapi mencegah keparahan,”
Imbuhnya menegaskan poin itu. Dengan mobilitas global yang tak terbendung, kewaspadaan memang harus ditingkatkan. Terutama untuk kelompok rentan: anak-anak, orang tua, dan mereka yang punya penyakit bawaan. Vaksinasi rutin jadi salah satu benteng penting. Bukan cuma buat lindungi diri sendiri, tapi juga untuk meminimalkan dampak yang lebih serius jika virus benar-benar sampai ke sini.
Artikel Terkait
Empat Shio Ini Diprediksi Beruntung di Tahun Kuda Api 2026
Tahun Baru Imlek 2026 Dirayakan 17 Februari, Sambut Tahun Kuda Api
Seniman Ketoprak Senior Sumisih Yuningsih Meninggal Dunia di Yogyakarta
Tahun Kuda Api 2026: Tradisi Anjurkan Hindari Warna Merah Saat Imlek