tambah Prabowo dengan penuh keyakinan.
Namun begitu, stabilitas ini jelas bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Prabowo menegaskan, ketangguhan itu dibangun dari pilihan-pilihan strategis yang konsisten. Indonesia, katanya, lebih memilih jalan persatuan dan kolaborasi ketimbang perpecahan.
“Kami, Indonesia, telah dan akan selalu memilih persatuan daripada perpecahan, memilih persahabatan dan kolaborasi daripada konfrontasi, dan selalu memilih persahabatan daripada permusuhan. Kredibilitas kami, yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun, telah dijaga,”
pungkasnya menutup pidato.
Pujian dari IMF itu seperti angin segar. Tapi yang jelas, semua mata kini tertuju pada bagaimana Indonesia mempertahankan momentum "titik terang" ini ke depannya.
Artikel Terkait
ADRO Siapkan Rp4 Triliun dari Kas Internal untuk Buyback Saham
Wall Street Dibayangi Inflasi dan Gejolak Minyak, Pasar Terbelah
ELPI Bagikan Dividen Rp126 Miliar untuk Tahun Buku 2025
DSSA Setujui Stock Split 1:25, Harga Saham Bakal Turun ke Rp3.750