IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi, Investor Waspadai Data Global

- Jumat, 23 Januari 2026 | 07:36 WIB
IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi, Investor Waspadai Data Global

Pasar saham kita diprediksi bakal dibuka dengan warna merah Jumat ini. IHSG diperkirakan melanjutkan koreksinya, bergerak di kisaran 8.850 hingga 8.950. Ini melanjutkan tren kemarin, di mana indeks ditutup anjlok 18 poin lebih ke level 8.992.

Secara teknikal, sinyalnya memang kurang bagus. IHSG masih bertengger di bawah MA5. Yang lebih mengkhawatirkan, indikator MACD berpotensi membentuk death cross biasanya sinyal bearish bagi para trader.

“Dengan kondisi itu, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dan menguji support di 8.850-8.950,”

tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Nah, selain dari faktor teknikal, mata investor global juga sedang tertuju ke sejumlah data ekonomi. Dari Jepang, data inflasi Desember 2025 dipantau, yang diperkirakan melambat jadi 2,7%. Hasil pertemuan Bank of Japan juga dinanti, dengan spekulasi bahwa suku bunga akan dipertahankan di 0,75%.

Tak cuma itu. Rilis data dari Inggris dan AS juga bakal jadi bumbu perdagangan hari ini. Retail sales Inggris serta data PMI sektor manufaktur dan jasa akan dirilis. Sementara dari AS, ada indeks manufaktur, jasa, dan sentimen konsumen Michigan.

Di tengah kondisi yang rawan koreksi ini, Phintraco punya beberapa rekomendasi saham untuk dipertimbangkan: ISAT, KLBF, TLKM, AALI, dan ASRI.

Di sisi lain, MNC Sekuritas punya pandangan yang sedikit berbeda. Mereka memprediksi pelemahan, tapi di range yang lebih sempit: 8.988 sampai 8.956. Meski begitu, mereka juga membuka peluang untuk penguatan, kalau saja IHSG bisa menembus level 9.024-9.034.

“Posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5, jadi masih rawan terkoreksi untuk menguji 8.988-8.956. Area penguatan terdekat ada di 9.024-9.034,”

begini bunyi riset MNC Sekuritas.

Untuk portofolio Jumat ini, MNC Sekuritas merekomendasikan ADRO, BBCA, ESSA, dan MAPI.


Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar