Namun begitu, pidato itu tak sekadar soal jumlah porsi. Ada dampak ekonomi yang ia soroti. Program ini, klaimnya, telah menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja langsung hanya dari pengoperasian dapur-dapur produksinya. Angka itu diprediksi bakal membengkak.
“Pada puncaknya, kami optimistis jumlah ini akan mencapai 1,5 juta pekerjaan langsung. Jika dihitung bersama para vendor dan pemasok, akan ada lebih dari 1 juta mata pencaharian tambahan yang terdampak dan meningkat,” papar Prabowo.
Di sisi lain, ia meyakini langkah ini bukan sekadar bantuan sosial biasa. Menurutnya, kebijakan sosial yang tepat justru harus mampu mendongkrak produktivitas. “Selain memperkuat gizi anak-anak, program makan gratis ini juga menguatkan perekonomian,” tegasnya.
Dari sanalah keyakinannya tumbuh. Pertumbuhan ekonomi Indonesia, dalam pandangannya, akan mencapai angka yang cukup mengesankan. Semua berawal dari sepiring makanan gratis yang dampaknya berlipat ganda.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp8.000, Sentuh Rp3,047 Juta per Gram
Iran Ancam Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Pasar Saham Asia Bangkit, Minyak Anjlok Usai Komentar Trump Soal Perang Timur Tengah
Rupiah Tertekan Global, Pelemahan Masih Lebih Moderat Dibanding Mata Uang Asia Lain